Berganti

Sudah, api kini tinggal bara

diatasnya beterbangan debu nyala

dan nafas pun pelan terhela

karena bintang menolak bersua

Memang dulu, kukira dunia

yang kugenggam dalam sepi

namun saat tanganku terbuka

yang terlihat cuma mimpi

Debu-debu mimpi rapuh berkilauan

jatuh ke bumi, binasa di antara rerumputan

kilau yang tersisa di tangan

jadi teladan

Detak jantungnya cepat, dia 

Kelak lebam aku dilumatnya

Kepadanya kutitipkan nama yang perkasa

Biar tak perlu ia meminjam gemuruh halilintar

Kepadanya kuserahkan segala impi

Biar diraih segala ingin

Menatap dari sini nanti, di tepi kehidupan

Saat bara dan debu sama-sama padam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *